Bagi para fresh graduate, tentunya bersemangat dalam mencari pekerjaan. Namun pastinya, melamar pekerjaan akan menghadapkamu pada beberapa tahapan sebelum akhirnya diterima dalam sebuah perusahaan. Misalnya tes wawancara dan psikotest. Tahapan inilah yang cukup menegangkan. Apalagi tahap psikotest.

Banyak orang yang merasa bahwa kesempatan untuk bekerja di perusahaan idaman jadi kecil ketika harus menjalani psikotest. Jika kamu pernah gagal melewati tahap ini, enggak perlu berkecil hati. Enggak lulus psikotest bukan berarti kamu bodoh lho, Pintarian! Sebab dalam test ini memang enggak ada jawaban yang benar atau salah.

Lantas apa yang membuat seseorang sering gagal menjalani psikotest? Berikut ini, Pintaria.id sudah merangkum 5 kesalahan yang tanpa sadar sering dilakukan. Penasaran? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.

Mempelajari Terlebih Dulu Dari Buku

Kebanyakan orang berpikir bahwa lebih baik mempelajari soal-soal psikotest terlebih dulu dari buku. Sehingga, enggak jarang orang yang membeli buku-buku soal psikotest yang dijual di pasaran. Tapi, hal ini bisa jadi masalah ketika kamu mempelajari bagaimana cara untuk memanipulasi jawaban psikotest tersebut. Maksud dari memanipulasi di sini adalah kamu mempelajari jawaban dari soal tersebut.

Mengetahui jawaban dari test memang bagus dan membantu. Tapi, test ini bukanlah sekedar benar atau salah. Jadi secara enggak langsung ketika kamu mempelajari soal terlebih dulu, maka akan terbentuk pribadi yang selalu mencari jalan pintas tanpa mau mengembangkan diri.

Tidak Mempersiapkan Mindset Matang

Kebanyakan orang terlalu fokus ingin mendapatkan pekerjaan. Oleh sebab itu, mereka fokus mempelajari berbagai macam soal psikotest. Padahal, psikotest dilakukan untuk mengetahui kepribadianmu. Nah, kepribadrian itu bisa dibentuk dari mindset-mu. Sehingga jika kamu mampu mempersiapkan mindset yang matang, hal ini pun akan mempengaruhi jawaban yang kamu tulis.

Tidak Fokus Mendengar atau Membaca Arahan

Sebelum psikotest dimulai, biasanya ada arahan yang harus kamu dengar atau baca dengan teliti. Tapi sayangnya, kebanyakan orang justru terburu-buru ingin cepat menyelesaikannya. Atau bahkan masih banyak yang sibuk menyiapkan alat tulis saat instruktur sedang menjelaskan arahan.

Tentunya, hal ini bisa membuatmu kesulitan dalam menyelesaikan test. Akhirnya bisa jadi, ketidak fokusan tersebut dapat membuatmu enggak lolos tahap ini. Jadi, pahamilah arahan dengan sebaik-baiknya sebelum kamu mengerjakan ya!

Tidak Konsisten Menjawab

Ada beberapa jenis test yang memerlukan kekonsistenan dalam menjawab. Misalnya test EPPS yang mengharuskanmu untuk bisa konsisten. Jenis test ini sangat berkaitan dengan test kepribadianmu. Walaupun tergolong mudah, tetap saja ada aturan yang harus kamu pahami dalam menyelesaikannya. Kalau kamu mendapatkan skor 10 dalam test ini, biasanya kamu akan dinyatakan gagal. Jadi, usahakan untuk jujur dan konsisten dalam menjawab setiap pertanyaannya.

Hanya Fokus Mengerjakan Hal Sulit

Psikotest biasanya memiliki batas waktu yang terbilang cukup singkat. Jadi, kamu memang harus memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Sayangnya banyak yang salah trik dalam melakukannya. Rata-rata orang justru hanya fokus mengerjakan hal yang sulit. Padahal, kamu bisa saja akan kehilangan banyak waktu jika hanya fokus mengerjakan yang sulit. Jadi, utamakanlah soal-soal yang kamu kuasai terlebih dulu. Jika waktu masih tersisa, kamu bisa mengerjakan soal-soal yang belum kamu kerjakan.