prakerja

Memulai Bisnis Frozen Food untuk Menjadi Pengusaha Makanan Olahan

Tentang Kursus

PERHATIAN!

  1. Kursus yang dibeli dengan menggunakan Kartu Prakerja tidak dapat dipindahtangankan dan hanya bisa diambil oleh pemegang Kartu Prakerja yang bersangkutan. Kursus yang dipindahtangankan dapat berakibat tidak dikeluarkannya sertifikat penyelesaian dan/atau tidak dibayarkannya insentif oleh Pemerintah.
  2. Jika kamu pengguna Kartu Prakerja, harap gunakan nama, alamat email, dan nomor HP yang sama dengan yang kamu gunakan ketika mendaftar Kartu Prakerja.
  3. Syarat Kelulusan: Mengakses semua materi belajar, menyelesaikan kuis di setiap perpindahan dari satu sesi/modul ke sesi/modul lainnya (minimum passing grade 80%) dan menyelesaikan tes akhir (minimum passing grade 60%).
  4. Kursus yang sudah dibeli/sudah melakukan pembayaran melalui Prakerja atau pembayaran lainnya tidak dapat dibatalkan dan/atau direfund.

 

Deskripsi:

Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang bisa dibilang tidak akan pernah mati. Setiap tahun, kita selalu disuguhkan dengan menu-menu kuliner baru, baik itu temuan baru maupun inovasi dari kuliner lama. Bahkan, industri makanan dan minuman tetap bisa tumbuh positif meski berada di situasi pandemi. Frozen food atau makanan beku adalah salah satu alternatif makanan yang baik bagi ketersediaan protein hewani maupun nabati. Penyimpanannya yang mudah, tenggat kedaluwarsanya yang cukup lama, dan pengolahannya yang praktis, membuat makanan beku selalu dicari-cari konsumen—terutama saat aktivitas dan mobilitas masyarakat mulai dibatasi, seperti di masa pandemi. Makanan beku dinilai sebagai opsi yang tepat untuk menstok makanan dalam jangka waktu tertentu.

Tidak hanya nugget, sosis, dan kentang, saat ini menu makanan beku sudah mulai bervariasi. Kita bisa menemukan bakso, daging, dimsum, risol, donat, bahkan makanan berat seperti ayam, rendang, dan sayuran, dalam bentuk produk beku. Banyak pula restoran yang mulai ikut memproduksi makanan beku, supaya konsumen tetap bisa mengonsumsi produk mereka meski harus mengolahnya sendiri di rumah. Inilah yang akhirnya membuat target konsumen dan juga produsen makanan beku ikut berkembang.

Peluang usaha yang besar diikuti risiko gagal yang cukup rendah membuat bisnis makanan beku banyak diminati oleh industri rumahan. Apalagi, proses produksinya terbilang cukup mudah karena bisa dikerjakan di rumah. Nah, jika kamu tertarik untuk terjun ke industri makanan seperti makanan beku, kamu bisa mengawalinya dengan mengikuti kelas ini! Kelas ini cocok untuk kamu yang mau merintis bisnis, yang ingin berbisnis dengan modal kecil, atau yang ingin menjadi pengusaha makanan olahan.

Di kelas ini, kamu akan mempelajari dasar-dasar membangun bisnis makanan beku hingga menjadi pengusaha makanan olahan. Mulai dari mengetahui peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk, serta beberapa resep yang mudah diikuti oleh pemula. Akan ada dua resep yang tutorialnya bisa kamu tonton juga di kelas ini. Setelah mengetahui produk yang mau dijual, kamu akan mempelajari cara mengolah, mengemas, membekukan, hingga mendistribusikan makanan beku. Materi ini penting untuk dikuasai oleh pebisnis rumahan, karena produk makanan beku butuh penanganan khusus. Kemudian, kamu juga akan belajar tentang strategi pemasaran, penghitungan modal usaha, serta cara menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan dan juga rekan bisnis. Terakhir, kelas akan ditutup dengan topik mengenai pembukuan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, mulai bisnis barumu dengan mengikuti kelas ini!

 

Tujuan Umum:

Peserta mampu menyusun rancangan strategi pemasaran dalam memulai bisnis makanan beku (frozen food) pada saat tugas praktik mandiri sesuai materi pembelajaran kelas

 

Tujuan Khusus:

  • Menjelaskan proses dan syarat pendistribusian produk makanan beku
  • Mengolah resep sesuai dengan resep standar
  • Mengolah lauk pauk hewani dan nabati dengan teknik pengolahan yang tepat
  • Menata dan mengemas makanan yang sudah matang
  • Mengantar atau melakukan distribusi pada pelanggan 
  • Melakukan pelayanan prima
  • Membina kerjasama sesama karyawan dan mitra kerja
  • Membuat pembukuan
  • Memilih dan menyiapkan bahan, bumbu, dan alat sesuai dengan pesanan
  • Teliti dalam melakukan penghitungan dan pengecekkan

 

Aspek Kompetensi:

Pengetahuan (Knowledge):

  • Menguraikan tahapan dan proses dalam pembuatan makanan beku
    • Persiapan Bahan Baku, Pencetakan, dan Pelapisan (1:03 - 8:16)
    • Penggorengan, Pembekuan, dan Pengemasan (0:40 - 5:34)
  • Mengidentifikasi bahan dan bumbu yang berkualitas untuk pembuatan makanan beku
    • Bahan-Bahan dalam Pembuatan Makanan Beku (3:55 - 6:59)
    • Persiapan Bahan Baku, Pencetakan, dan Pelapisan (1:26 - 2:20)
  • Menjelaskan standardisasi peralatan dan area kerja dalam produksi makanan beku
    • Alat & Kelengkapan untuk Membuat Makanan Beku (1:18 - 8:51)
    • Standardisasi Peralatan Pengolahan Makanan Beku (1:01 - 8:32)
    • Standardisasi Area Kerja Ruang Pengolahan (1:20 - 5:05)
    • Teknik Vakum pada Makanan Beku (0:23 - 2:25)
  • Memahami variasi jenis dan resep makanan yang bisa dijadikan produk makanan beku
    • Perkembangan Tren Bisnis Makanan (3:10 - 3:22)
    • Bahan-Bahan dalam Pembuatan Makanan Beku (0:48 - 3:28)
    • Resep Makanan Beku: Risoles Mayo (1:11 - 8:36)
    • Resep Makanan Beku: Beef Slice Teriyaki (3:56 - 8:30)
    • PDF Resep Makanan Beku (hal. 1-10)
  • Menjabarkan jenis-jenis pengawet yang boleh dan tidak boleh digunakan pada makanan
    • Jenis Pengawet yang Perlu Dihindari (1:40 - 2:02, 4:33 - 8:14)
  • Mengidentifikasi jenis kemasan makanan beku yang sesuai standar
    • Jenis - Jenis Kemasan Makanan Beku (1:06 - 5:54)
    • Teknik Pengemasan Makanan Beku (0:21 - 2:20)
    • Teknik Vakum Makanan Beku (1:20 - 2:09)
    • PDF Panduan Pengemasan Makanan Beku (hal. 1 - 7)
  • Menjelaskan proses dan syarat pendistribusian produk makanan beku
    • Distribusi Makanan Beku (1:17- 3:20)
    • PDF Izin Usaha Makanan dan Minuman (hal. 2 - 6)
    • PDF Panduan Pengemasan Makanan Beku (hal. 4 - 7)
  • Memahami penerapan bauran pemasaran 7P dalam bisnis makanan beku
    • Bauran Pemasaran: Physical Evidence (Bukti Fisik) (0:40 - 9:05)
    • Pengenalan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) (1:35 - 4:50)
    • Bauran Pemasaran: Product (Produk) (0:32 - 6:32)
    • Bauran Pemasaran: Product (Produk) Lanjutan (0:08 - 5:37)
    • Menentukan Keunggulan Produk (0:27 - 5:29)
    • Bauran Pemasaran: Place (Tempat) (0:42 - 8:40)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Tempat (0:33 - 7:10)
    • Bauran Pemasaran: Process (Proses) (0:25 - 4:37)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Proses (0:34 - 8:11)
    • Bauran Pemasaran: Price (Harga) Lanjutan (0:27 - 4:49)
    • Bauran Pemasaran: Price (Harga) (0:16 - 4:49)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Harga (1:38 - 8:15)
    • Bauran Pemasaran: People (Orang) (2:19 - 8:02)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Orang (0:19 - 3:14)
    • Bauran Pemasaran: Promotion (Promosi) (0:35 - 6:49)
    • Bauran Pemasaran: Promotion (Promosi) Lanjutan (0:06 - 3:04)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Promosi (0:25 - 5:45)
  • Menjelaskan skema kerja sama dengan pengecer (reseller)
    • Membangun dan Mengelola Reseller (0:39 - 8:23)

Keterampilan (Skill):

  • Menghitung jumlah bahan yang perlu disiapkan sesuai jumlah pesanan/stok yang akan dijual
    • Menghitung Bahan Baku (0:19 - 1:25, 1:49 - 2:30) 
  • Mengolah makanan sesuai dengan resep standar
    • Resep Makanan Beku: Risoles Mayo (1:11 - 8:36)
    • Resep Makanan Beku: Beef Slice Teriyaki (3:56 - 8:30)
    • PDF Resep Makanan Beku (hal. 1-10)
  • Menerapkan teknik-teknik pengawetan pada makanan
    • Penggorengan, Pembekuan, dan Pengemasan (2:40 - 4:38)
    • 8 Teknik Pengawetan Makanan (2:35 - 8:53)
    • Jenis Pengawet yang Perlu Dihindari (2:18 - 4:09)
    • Teknik Pembekuan Makanan Beku (1:00 - 2:06, 2:33 - 3:51)
  • Menerapkan dan mengurutkan cara pengemasan produk makanan beku
    • Teknik Vakum Makanan Beku (1:20 - 7:13)
    • Teknik Pengemasan Makanan Beku (0:20 - 5:00)
  • Menentukan target pasar
    • Strategi Pemasaran dengan Model STP (0:54 - 8:16)
    • Contoh Penerapan Strategi Pemasaran Bisnis (0:29 - 2:37, 3:10 - 5:33)
  • Menerapkan pelayanan yang prima dan profesional bagi pelanggan
    • Mengenal Pelayanan Prima (Service Excellent) (0:43 - 1:14)
    • Menjaga Perilaku di Depan Pelanggan (1:00 - 7:35)
    • Menerapkan Komunikasi Efektif pada Pelanggan (0:12 - 3:42)
    • Menangani Komplain Pelanggan (1:48 - 3:37)
    • Cara Mengelola Ekspektasi Pelanggan (0:55 - 5:20)
  • Menerapkan cara menghitung modal usaha
    • Rumus Penghitungan Modal Usaha (0:22 - 5:57)
    • Contoh Penghitungan Modal Usaha (2:01 - 6:42)
  • Membangun dan mengelola kerja sama dalam bisnis 
    • Membangun Relasi & Kerja Sama Bisnis (5:08 - 7:50)
    • Mengelola Relasi & Kerja Sama Bisnis (2:20 - 5:00)
    • Membangun dan Mengelola Reseller (4:49 - 8:23)
  • Menentukan harga jual produk
    • Bauran Pemasaran: Price (Harga) Lanjutan (0:27 - 3:44)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Harga (1:38 - 8:15)
    • PDF Menetapkan Harga Pokok Penjualan (HPP) (hal.1-5)
  • Menentukan lokasi usaha
    • Bauran Pemasaran: Place (Tempat) (4:17 - 8:40)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Tempat (0:33 - 7:10)

Sikap (Attitude):

  • Teliti dalam melakukan penghitungan dan pengecekkan
    • Menghitung Bahan Baku (0:19 - 2:30)
    • Alat & Kelengkapan untuk Membuat Makanan Beku (2:48 - 3:08)
    • Standardisasi Peralatan Pengolahan Makanan Beku (4:31 -4:43, 6:31 - 6:55)
    • Standardisasi Area Kerja Ruang Pengolahan (1:20 - 5:05)
    • Jenis Pengawet yang Perlu Dihindari (1:56 - 4:09)
    • Teknik Pembekuan Makanan Beku (1:34 - 2:06, 2:33 - 3:58)
    • Rumus Penghitungan Modal Usaha (4:08 - 5:57)
    • Contoh Penghitungan Modal Usaha (2:01 - 6:42)
    • Bauran Pemasaran: Price (Harga) (0:16 - 4:49)
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Harga (1:38 - 8:15)
    • Menghitung Bahan Baku (0:19 - 1:25, 1:49 - 2:30)
    • Bauran Pemasaran: Promotion (Promosi) (2:44 - 6:49)
  • Jujur, terbuka, dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas dan memberikan pelayanan
    • Keunikan & Keunggulan pada Produk (5:58 - 6:38)
    • Bauran Pemasaran: Process (Proses) (1:30 - 2:01)
    • Membangun Relasi & Kerja Sama Bisnis (7:19 - 7:49)
    • Mengelola Relasi & Kerja Sama Bisnis (3:28 - 4:09)
    • Membangun dan Mengelola Reseller (5:23 - 8:22)
    • Menjaga Perilaku di Depan Pelanggan (2:33 - 3:18, 5:43 - 6:00, 6:45 - 7:20)
    • Menangani Komplain Pelanggan (4:15 - 5:53)
    • Mengelola Ekspektasi Pelanggan (0:29 - 3:05)
    • Cara Menangani Komplain Pelanggan (0:50 - 3:15)
  • Menunjukkan sikap sopan dan ramah dalam melayani pelanggan
    • Cara Pemasaran Berdasarkan Proses (4:53 - 5:17)
    • Menjaga Perilaku di Depan Pelanggan (1:08 - 2:02, 5:27 - 5:40, 5:43 - 6:00)
    • Menerapkan Komunikasi Efektif pada Pelanggan (0:55 - 1:08, 1:37 - 1:53, 2:33 - 2:48, 3:10 - 3:20, 3:30 - 3:42)
    • Menangani Komplain Pelanggan (5:57 - 8:28)

Materi Pelatihan:

  • Bab 1 Tren Bisnis Makanan (0:09:24)
    • 1.1 Perkembangan Tren Bisnis Makanan 09:24 (video)
  • Bab 2 Bahan & Alat dalam Pembuatan Makanan Beku (0:35:31)
    • 2.1 Bahan-Bahan dalam Pembuatan Makanan Beku 07:36 (video)
    • 2.2 Menghitung Bahan Baku 02:54 (video) 
    • 2.3 Alat & Kelengkapan untuk Membuat Makanan Beku 09:39 (video)
    • 2.4 Standardisasi Peralatan Pengolahan Makanan Beku 09:22 (video)
    • 2.5 Standardisasi Area Kerja Ruang Pengolahan 06:00 (video)
  • Bab 3 Pengolahan Makanan Beku (1:40:22) 
    • 3.1 Resep Makanan Beku 08:00 (file bacaan)
    • 3.2 Resep Makanan Beku: Risoles Mayo 09:48 (video)
    • 3.3 Resep Makanan Beku: Beef Slice Teriyaki 09:34 (video)
    • 3.4 Persiapan Bahan Baku, Pencetakan, dan Pelapisan 08:48 (video)
    • 3.5 Penggorengan, Pembekuan, dan Pengemasan 06:08 (video)
    • 3.6 8 Teknik Pengawetan Makanan 09:34 (video)
    • 3.7 Jenis Pengawet yang Perlu Dihindari 09:21 (video)
    • 3.8 Panduan Pengemasan Makanan Beku 07:00 (file bacaan) 
    • 3.9 Jenis-Jenis Kemasan Makanan Beku 07:04 (video)
    • 3.10 Teknik Pengemasan Makanan Beku 05:28 (video)
    • 3.11 Teknik Vakum pada Makanan Beku 07:53 (video)
    • 3.12 Teknik Pembekuan Makanan Beku 04:14 (video)
    • 3.13 Penanganan Khusus Makanan Beku 07:32 (video)
  • Bab 4 Distribusi Makanan Beku (0:11:10) 
    • 4.1 Izin Usaha Makanan 05:00 (file bacaan)
    • 4.2 Proses Distribusi Makanan Beku 06:10 (video)
  • Bab 5 Strategi Pemasaran Bisnis (0:15:14) 
    • 5.1 Strategi Pemasaran dengan Model STP 09:07 (video)
    • 5.2 Contoh Penerapan Strategi Pemasaran Bisnis 06:07 (video)
  • Bab 6 Bauran Pemasaran untuk Bisnis Makanan Beku (2:13:55)
    • 6.1 Pengenalan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 07:17 (video)
    • 6.2 Bauran Pemasaran: Product (Produk) 06:47 (video)
    • 6.3 Bauran Pemasaran: Product (Produk) Lanjutan 06:22 (video)
    • 6.4 Keunikan & Keunggulan pada Produk 07:04 (video)
    • 6.5 Menentukan Keunggulan Produk 05:49 (video)
    • 6.6 Bauran Pemasaran: Price (Harga) 05:04 (video) 
    • 6.7 Bauran Pemasaran: Price (Harga) Lanjutan 05:27 (video)
    • 6.8 Menetapkan Harga Pokok Penjualan (HPP) 05:00 (file bacaan)
    • 6.9 Cara Pemasaran Berdasarkan Harga 09:12 (video)
    • 6.10 Bauran Pemasaran: (Place) Tempat 09:26 (video)
    • 6.11 Cara Pemasaran Berdasarkan Tempat 07:58 (video)
    • 6.12 Bauran Pemasaran: People (Orang) 08:18 (video)
    • 6.13 Cara Pemasaran Berdasarkan Orang 04:02 (video)
    • 6.14 Bauran Pemasaran: Promotion (Promosi) 07:05 (video)
    • 6.15 Bauran Pemasaran: Promotion (Promosi) Lanjutan 03:47 (video) 
    • 6.17 Cara Pemasaran Berdasarkan Promosi 06:02 (video)
    • 6.18 Cara Pemasaran Berdasarkan Promosi Lanjutan 05:26 (video)
    • 6.19 Bauran Pemasaran: Process (Proses) 04:53(video)
    • 6.20 Cara Pemasaran Berdasarkan Proses 09:04 (video)
    • 6.21 Bauran Pemasaran: Physical Evidence (Bukti Fisik) 09:52
  • Bab 7 Perencanaan Modal Usaha (0:19:52) 
    • 7.1 Komponen Penghitungan Modal Usaha 05:56 (video)
    • 7.2 Rumus Menghitung Modal Usaha 06:28 (video)
    • 7.3 Contoh Penghitungan Modal Usaha 07:28 (video)
  • Bab 8 Pelayanan Prima untuk Pelanggan (0:50:26) 
    • 8.1 Mengenal Pelayanan Prima (Service Excellent) 06:12 (video)
    • 8.2 Menjaga Perilaku di Depan Pelanggan 07:50 (video)
    • 8.3 Menerapkan Komunikasi Efektif dengan Pelanggan 04:24 (video)
    • 8.4 Menangani Komplain Pelanggan 09:04 (video) 
    • 8.5 Cara Menangani Komplain Pelanggan 08:15 (video) 
    • 8.6 Mengelola Ekspektasi Pelanggan 08:41 (video)
    • 8.7 Cara Mengelola Ekspektasi Pelanggan 06:00 
  • Bab 9 Membina Kerja Sama Bisnis (0:23:11) 
    • 9.1 Membangun Relasi & Kerja Sama Bisnis 08:15 (video) 
    • 9.2 Mengelola Relasi & Kerja Sama Bisnis 05:48 (video)
    • 9.3 Membangun & Mengelola Reseller 09:08 (video)
  • Bab 10 Pembukuan untuk Bisnis Makanan Beku (0:15:37) 
    • 10.1 Mengelola Laporan Keuangan 08:37 (video) 
  • Bab 11 Rangkuman (07:00) 
    • 11.1 Rangkuman Memulai Bisnis Makanan Beku (Frozen Food) untuk Industri Makanan dan Masakan Olahan 07:00 (file bacaan)

 

Target Peserta:

  • Minimal lulusan SMA/SMK
  • Pria dan wanita usia 20-50 tahun, yang memiliki ketertarikan dengan bisnis makanan
  • Pelaku usaha yang berencana membuka bisnis makanan olahan beku
  • Masyarakat umum yang berencana membangun bisnis makanan olahan beku dengan mengolah sendiri
  • Masyarakat umum yang memiliki peralatan dasar untuk mengolah makanan beku

  

Durasi Online:

Topik Durasi
Bab 1 Tren Bisnis Makanan 9 menit
Bab 2 Bahan & Alat dalam Pembuatan Makanan Beku  35 menit
Bab 3 Pengolahan Makanan Beku 100 menit
Bab 4 Distribusi Makanan Beku 11 menit
Bab 5 Strategi Pemasaran Bisnis 15 menit
Bab 6 Bauran Pemasaran untuk Bisnis Makanan Beku

134 menit

Bab 7 Perencanaan Modal Usaha

20 menit

Bab 8 Pelayanan Prima untuk Pelanggan 50 menit
Bab 9 Membina Kerja Sama Bisnis 23 menit
Bab 10 Pembukuan untuk Bisnis Makanan Beku 15 menit
Bab 11 Rangkuman  7 menit
Total Durasi 414 menit

 

Level:

Basic

 

Metode Pembelajaran:

Self Paced Learning: Metode ajar yang digunakan adalah menggunakan kombinasi antara ceramah, studi kasus, dan simulasi 

 

Metode Evaluasi:

  • Pre Test
  • Post Test
  • Formative Test/Kuis
  • Tugas Praktik

 

Sesi Konsultasi:

Tiap Jumat, jam 16.00-17.00 WIB via LMS

 

Apa Yang Perlu Kamu Persiapkan?

Kamu hanya perlu mempersiapkan laptop/notebook, tablet, atau smartphone dengan koneksi Internet.

 

Fitur 

  • Digital content material: Peserta bisa mengakses material belajar digital
  • Setifikat penyelesaian: Peserta yang telah menyelesaikan semua kegiatan pembelajaran yang dipersyaratkan dalam kursus online akan menerima Sertifikat Penyelesaian (Certificate of Completion).
  • Test akhir: tersedia
  • Forum diskusi: tidak tersedia
  • Online session: tersedia
  • Offline meet-up: tidak tersedia 

 

Cara Redeem Voucher:

  1. Kunjungi website www.skillacademy.com atau download Aplikasi Skill Academy di Play Store
  2. Pilih Masuk apabila sebelumnya sudah mendaftar akun Skill Academy atau pilih Daftar jika sebelumnya Anda belum pernah mendaftar akun Skill Academy
  3. Klik "Tukarkan" pada bagian penukaran voucher di homepage atau halaman prakerja
  4. Masukkan kode voucher yang sudah Anda dapatkan dari Pintaria lalu klik "Gunakan Voucher"
  5. Setelah penukaran berhasil silakan klik ''Lihat Kelas'' atau cek pada bagian Kelas Saya untuk mengikuti kelasnya
  6. Selamat Anda dapat langsung mulai belajar dan mengikuti pelatihan di Skill Academy

Penyelenggara Kursus

Skill Academy by Ruangguru

Skill Academy by Ruangguru merupakan wadah kursus online yang hadir menjadi solusi untuk meningkatkan technical & soft skill di berbagai bidang yang dipersembahkan untuk para mahasiswa, profesional, dan umum. Skill Academy by Ruangguru memungkinkan siapapun untuk #MudahUpgradeSkill karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.


Para Instruktur

Memulai Bisnis Frozen Food untuk Menjadi Pengusaha Makanan Olahan

oleh Skill Academy by Ruangguru,
KATEGORI Entrepreneurship, Kulinari, Terbaru
KLASIFIKASI Training
METODE E-learning
DURASI 7 hours

HARGA

Rp600.000


Ulasan

/5

0 Ulasan

  • 5
  • 4
  • 3
  • 2
  • 1