Surat lamaran kerja sangat menentukan diterima atau ditolaknya kamu di perusahaan yang kamu incar. Bisa dibilang, surat lamaran kerja adalah impresi pertama rekruiter terhadap seorang pelamar. Jika impresi pertama ini berhasil, maka kamu akan melangkah ke tahap seleksi selanjutnya.

Berikut ini tip membuat surat lamaran kerja yang pantang ditolak:

  • Baca dengan cermat persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan dalam lowongan pekerjaan tersebut. Sehingga kamu bisa menuliskan surat lamaran yang relevan dengan konteksnya.
  • Tulislah surat lamaran dengan singkat, padat, mudah dipahami, sopan dan menarik.
  • Sampaikan secara to the point, maksud dan tujuan kamu mengirimkan surat lamaran tersebut. Jangan bertele-tele, ingat ini surat lamaran kerja, bukan surat cinta.
  • Pastikan juga kamu menggunakan bahasa baku yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bila kamu memilih menggunakan bahasa Inggris, jangan sampai salah grammar dan penggunaan katanya harus tepat, karena kesalahan kecil bisa mengurangi poin kamu di mata rekruiter.
  • Idealnya surat lamaran keja terdiri dari 3 sampai 4 paragraf saja. Kalau dalam bentuk hard copy, cukup satu lembar saja.
  • Urutan isi surat lamaran harus benar, meliputi:
    • Tempat dan tanggal pembuatan surat.
    • Kepada siapa surat itu ditujukan. Contohnya: Kepada Yth (nama orang beserta gelar dan kedudukanya), atau nama perusahaan yang dituju beserta alamat lengkap perusahaan.
    • Salam hormat.
    • Kata pengantar atau pembukaan. Sebutkan darimana kamu mendapatkan informasi lowongan kerja tersebut, baik dari teman, keluarga, surat kabar atau internet. Sebutkan juga referensi bila ada.
    • Cantumkan background pendidikan, pekerjaan terakhir, kemampuan yang kamu miliki beserta alasan mengapa kamu merupakan kandidat yang tepat untuk posisi tersebut. Jika belum pernah bekerja atau fresh graduate, kamu bisa menyebutkan kemampuan kamu yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.
    • Sebutkan CV dan berkas lainnya yang dilampirkan, seperti pas foto terbaru, fotokopi KTP, fotokopi ijazah terakhir, dan fotokopi sertifikat kompetensi (kursus atau pelatihan yang kamu ikuti).
    • Sebagai penutup, ucapkan terima kasih atas waktu dan perhatian yang diberikan. Serta harapan agar dikontak lagi oleh pihak perusahaan. Ungkapkan bahwa kamu memiliki keinginan kuat agar bisa diterima di perusahaan tersebut.
    • Pada bagian terakhir, jangan lupa untuk menuliskan ‘Hormat saya’, lalu di bawahnya tulis nama lengkap kamu.
    • Setelah kamu selesai menulis surat lamaran, baca sekali lagi dan pastikan tidak ada salah ketik.
    • Jika dalam bentuk hard copy, pastikan juga kertas yang digunakan bersih dan tidak ada kotoran, kertas terlipat atau sobek, bekas dihapus, atau lainnya.

Bagaimana? Sudah siap membuat surat lamaran kerja yang ‘menjual’? Semoga tip di atas membuat surat lamaran kerja kamu dilirik HRD. Good luck.