Bagi kamu yang masih sekolah atau kuliah, setidaknya pasti sudah merasakan dampak dari pandemi Covid-19 yang membuat beberapa sektor berubah secara drastis. Termasuk bidang pendidikan yang mengubah metode pembelajarannya dibuat menjadi online atau kini disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Perubahan tersebut jelas berdampak pada beberapa hal, termasuk kamu yang harus beradaptasi dengan metode belajar yang berbeda dengan apa yang kamu lakukan selama ini.  Menjalaninya sambil menunggu kondisi kembali normal hingga kamu bisa mendapatkan ilmu seperti semula.

Akan tetapi, tampaknya kondisi belajar seperti ini akan berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Dilansir dari IDNTimes, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam raker yang ditayangkan di kanal Youtube DPR mengemukakan bahwa PJJ akan dibuat menjadi permanen nantinya.

Alasan dari Nadiem, dikarenakan melihat pandemi Covid-19 tidak hanya berimbas pada peta jalan pendidikan, tapi juga sistem pendidikan.

Lebih lanjut dalam Rapat Kerja(Raker) dengan komisi X DPR RI, yang membahas mengenai rencana peta jalan pendidikan Pandemi Covid-19. Nadiem mengemukakan,“Bukan pembelajaran jarak jauh saja tapi juga hybrid model, adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,”ujarnya.

Secara garis besar, mengapa Nadiem kelak akan menjadikan PJJ permanen dengan melihat beberapa aspek, yakni rencana tersebut akan membuat kesempatan bagi dunia pendidikan bisa melakukan berbagai upaya efisiensi yang memanfaatkan teknologi. Dan tidak sebatas itu saja, efisiensi juga dimungkinkan melalui pemanfaatan perangkat lunak atau software dan aplikasi yang sudah ada.

“Dan juga memberikan kesempatan bagi guru-guru, kepala sekolah, murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system, potensinya sangat besar,”kata Nadiem

Walau begitu, Nadiem memahami bahwa PJJ yang berjalan saat ini memang belum berjalan secara optimal.  Dilihat dari banyaknya berbagai pihak yang masih mencoba beradaptasi dengan sistem PJJ. Meskipun begitu, Nadiem melihat adanya sisi positif yang terlihat dari PJJ ini.

Baca juga: Kelebihan Pilih Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta

Hal didasarkan dari bagaimana ia melihat bahwa belum pernah ada dalam sejarah ada guru, kepala sekolah, dan juga orang tua memanfaatkan dan bereksperimen dengan teknologi seperti yang dilakukan di masa PJJ saat ini.

Masih dari sumber yang sama, Nadiem juga tidak hanya membahas mengenai PJJ tapi aspek lain dalam sektor pendidikan yang terkena dampak dari Covid-19 atau virus corona ini.

Diawali dari banyak institusi yang mendapatkan banyak tekanan finansial, percepatan akses digital di semua industri, ada pula tekanan untuk memperbarui keterampilan untuk menyesuaikan tuntutan penggunaan teknologi digital, hingga lokalisasi peluang kewirausahaan.

“Kemampuan bekerja secara mandiri dan kolaborasi secara digital, literasi digital akan jadi penting,”ungkap Nadiem menyebutkan salah satu perubahan yang menurutnya akan terjadi. Hal yang juga ditekankan olehnya adalah perubahan kebutuhan kompetensi yang akan semakin besar nantinya.

Wah, bagaimana Pintarian? Siapkah kamu nanti menjalani PJJ lebih lama atau kamu sudah mulai kangen untuk kembali menjalani pendidikan seperti dulu?

Dengan segala perubahan yang ada, memang menjadi awal yang membingungkan bagi kamu. Tapi bukan berarti kamu pasrah dengan kondisi. Dengan akses teknologi yang ada saat ini. Kamu harus tetap semangat belajar dan berjuang secara maksimal dan pada akhirnya mendapatkan hasil yang membanggakan.